Wisata Jogja

Tempat Wisata di Jogja dan Sekitarnya

[divider]

Candi Borobudur

[custom_frame_left shadow=”on”]borobudur[/custom_frame_left] Borobudur adalah peninggalan nenek moyang bangsa kita, yang pada masanya dibangun untuk penghormatan terhadap Sang Budha. Borobudur adalah candi Budha terbesar di Indonesia, candi ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha.  Letak kompleks candi dibangun di atas perbukitan yang berada di Desa Borobudur, Kota Mungkid, Kabupaten Magelan.   Lokasi candi dikelilingi oleh Bukit Manoreh yang membentang dari arah timur hingga ke barat, menjadikan tempat tersebut sejuk dan asri sepanjang hari.  Jarak dari Jogjakarta ke Borobudur kurang lebih 42 km.

[divider]

Ketep Pass

[custom_frame_left shadow=”on”]ketep pass[/custom_frame_left]Ketep Pass adalah salah satu obyek wisata di daerah Sawangan, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah (kurang lebih 50Km sebelah utara kota Jogjakarta).
Ketep Pass ini merupakan tempat wisata alam yang dikembangkan dengan ciri khas wisata kegunungapian, khususnya Gunung Merapi. Dari puncak Ketep Pass, pengunjung bisa melihat keindahan panorama Gunung Merapi dan Merbabu, serta hamparan lahan pertanian yang ada di kedua kaki gunung tersebut.
Sebuah gedung Vulcano Theatre ada di lokasi wisata tersebut, dimana para wisatawan diajak untuk menyaksikan film dokumenter aktivitas Gunung Merapi pada waktu-waktu yang lalu.

[divider]

Candi Prambanan

[custom_frame_left shadow=”on”]prambanan[/custom_frame_left]Prambanan adalah bangunan candi yang luar biasa cantik, candi ini dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, yaitu Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Bangunannya menjulang setinggi 47 meter, atau kira-kira 5 meter lebih tinggi dibandingkan Candi Borobudur.  Kompleks Candi Prambanan memiliki 3 candi utama yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Syiwa.  Ketiga candi tersebut merupakan lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Bagian tepi candi dibatasi dengan pagar langkan, yang dihiasi dengan relief Ramayana. Letak Candi Prambanan ini kira-kira 20km dari kota Jogjakarta ke arah timur.

[divider]

Sendratari Ramayana

[custom_frame_left shadow=”on”]ramayana-ballet[/custom_frame_left]Pada bulan tertentu di pelataran candi Prambanan diadakan pertunjukan Sendratari Ramayana yang sangat mengagumkan dan sulit tertandingi kehebatannya.
Pertunjukan ini mampu menyatukan ragam kesenian Jawa berupa tari, drama dan musik dalam satu panggung dan satu momentum untuk menyuguhkan kisah Ramayana, yaitu epos legendaris karya Walmiki yang ditulis dalam bahasa Sansekerta.
Kisah Ramayana yang dibawakan pada pertunjukan ini serupa dengan alur cerita yang terpahat pada relief-relief di dinding Candi Prambanan. Jalan cerita yang panjang dan menegangkan itu dirangkum dalam empat lakon atau babak, yaitu babak penculikan Shinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Kumbakarna atau Rahwana, dan pertemuan kembali Rama dan Shinta.
Anda tidak akan kecewa bila menikmati pertunjukan yang demikian sempurna ini, sebab tak hanya tarian dan musik saja yang dipertontonkan namun sistem pencahayaan disiapkan sedemikian rupa sehingga tak hanya menjadi sinar yang bisu, tetapi mampu menghidupkan suasana di setiap kejadian dalam cerita.
Pertunjukan ini juga diadakan setiap malam pukul 20.00 s/d 21.30 di Purawisata Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta dengan tiket Rp 140.000,- atau Rp 250.000,- lengkap dengan hidangan makan malam.

[divider]

Kraton Yogyakarta

[custom_frame_left shadow=”on”]kraton yogyakarta[/custom_frame_left]Merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang berlokasi di pusat Kota Yogyakarta.  Kini keraton juga menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, gamelan dan peninggalan sejarah lainnya.

[divider]

Museum Sonobudoyo

[custom_frame_left shadow=”on”]museum sonobudoyo[/custom_frame_left]Lokasinya terletak di sebelah utara Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta. Sonobudoyo masih berfungsi terus hingga saat ini, walaupun telah berganti-ganti pengelolanya. Sampai saat ini Museum Sonobudoyo memiliki 42.698 buah koleksi yang dibagi menjadi 10 kategori, antara lain: koleksi geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika, keramik, seni rupa, dan teknologika. Selain sebagai tempat untuk memamerkan benda-benda sejarah dan purbakala, Museum Negeri Sonobudoyo juga dilengkapi dengan dengan auditorium, laboratorium, preparasi, kantor dan perpustakaan dengan puluhan ribu judul buku, khususnya terbitan sebelum Perang Dunia II dalam berbagai bahasa.

Monumen Jogja Kembali

[custom_frame_left shadow=”on”]Monjali[/custom_frame_left]Monumen Jogja Kembali yang sering disingkat Monjali lokasinya berada tepat di pojok persimpangan Ring Road Utara dengan Jalan Monjali, Jogjakarta. Bentuk kerucut setinggi 31,8 meter ini melambangkan bentuk gunung yang merupakan simbol kesuburan selain memiliki makna pelestarian budaya bangsa.
Di lantai 1 bangungan ini terdapt empat ruang museum yang menyimpan benda-benda koleksi berupa foto-foto sejarah perang kemerdekaan, replika peristiwa, dokumen sejarah serta berbagai jenis senjata yang dulu digunakan dalam perang kemerdekaan antara tahun 1945-1949. Di sini pula pengunjung bisa melihat barang2 peninggalan alm. Jendral Soedirman berupa tandu, seragam tentara, dan dokar yang pernah digunakan selama perang gerilya.
Di lantai 2 terdapat sepuluh diorama perjuangan fisik dan diplomasi bangsa Indonesia sejak 19 Desember 1948 hingga 17 Agustus 1949 dengan ukuran life size yang melingkari bangunan monumen. Ditengah-tengah diorama disisipkan adegan yang cukup terkenal dengan sebutan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dipimpin oleh Letkol Suharto.

[divider]

Desa Manding

[custom_frame_left shadow=”on”]desa manding[/custom_frame_left]Manding merupakan salah satu Desa Wisata Kerajinan Kulit yang berada di Jalan Parangtritis Km 11 Jogjakarta.  Manding banyak diburu wisatawan yang ingin membeli produk kerajinan kulit.  Keistimewaan produk kerajinan kulit Manding adalah kualitasnya yang sangat bagus sehingga bisa awet penggunaannya. Pengunjung juga bisa melihat langsung proses pembuataan produk  tersebut oleh para pengrajin.

[divider]

Desa Wisata Kasongan

[custom_frame_left shadow=”on”]desa wisata kasongan[/custom_frame_left]Desa Wisata ini tepatnya terletak di Pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta. Kasongan adalah sebuah kawasan yang menjadi pusat Industri pembuatan gerabah di Jogjakarta.
Kerajinan gerabah hasil karya masyarakat Desa Kasongan pada umumnya berupa guci dengan berbagai motif binatang seperti burung merak, naga dan sebagainya, pot bunga berbagai ukuran, souvenir, hiasan dinding, serta perabotan rumah tangga lainnya. Hasil kerajinan yang berkualitas bagus selanjutnya diekspor ke mancanegara seperti Eropa dan Amerika.
Para wisatawan bisa langsung melihat proses pembuatan kerajinan keramik, serta mengunjungi beberapa galeri keramik yang ada di tempat itu.

[divider]

Desa Wisata Brayut

[custom_frame_left shadow=”on”]desa-wisata brayut[/custom_frame_left]Brayut adalah sebuah pedusunan yang berada di Desa Pendowoharjo, termasuk daerah administrasi Kabupaten Sleman,Jogjakarta.
Di desa ini wisatawan diajak berinteraksi dengan masyarakat sekitar dengan mengikuti berbagai kegiatan, antara lain memelihara ternak, belajar membajak, menanam padi, ndawut (mencabut benih padi), memanen padi menggunakan ani-ani, menjemur padi, hingga memetik jeruk di kebun jeruk organic. Hal ini sangat bermanfaat bagi wisatawan yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai kegiatan pertanian tradisional.
Selain itu wisatawan diberi kesempatan mempelajari kesenian tradisional, antara lain karawitan, membatik, tari-tarian, permainan rakyat, dan sebagainya. Arsitektur rumah penduduk di Desa Wisata Brayut sangat kental dengan budaya Jawa, misalnya bentuk Joglo, bentuk limasan, bentuk sinom, dan bentuk kampung.

[divider]

Tamansari

[custom_frame_left shadow=”on”]tamansari[/custom_frame_left]Tamansari adalah sebuah tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi.  Selain letaknya yang tidak terlalu jauh dari Kraton Yogyakarta (±500m ke barat/selatan) yang merupakan obyek wisata utama kota ini, Tamansari memiliki beberapa keistimewaan.
Keistimewaan Tamansari antara lain terletak pada bangunannya sendiri yang relatif masih utuh dan terawat dengan baik serta lingkungannya yang sangat mendukung keberadaannya sebagai obyek wisata.
Arsitek bangunan lawas ini adalah bangsa Portugis, sehingga selintas seolah-olah bangunan ini memiliki seni arsitektur Eropa yang sangat kuat, disamping makna-makna simbolik Jawa yang tetap dipertahankan.
Tamansari dahulunya adalah taman kerajaan atau pesanggrahan bagi  Sultan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan para keluarganya.  Selain berfungsi sebagai tempat tetirah maka disitu pula tempat bersemadi para Sultan pada jaman itu.  Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I, beberapa bulan pasca Perjanjian dengan Belanda di tahun 1755.  Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati.

[divider]

Kampung Taman

[custom_frame_left shadow=”on”]kampung taman[/custom_frame_left]Kampung seni yang berada di komplek Tamansari ini berdekatan dengan Pasar Tradisional Ngasem. Selama ini Kampung Taman dikenal sebagai salah satu kampung pengrajin batik di kota Jogjakarta. Berbagai macam koleksi batik, baik yang berupa lukisan maupun bahan pakaian dapat dijumpai di Kampung Taman. Kita bisa melihat secara langsung proses pembuatan batik serta bisa pula belajar membatik di tempat.  Kampung Taman ini sangat di kenal oleh para wisatawan sejak lama, baik wisatawan nusantara maupun dari mancanegara. Para pengunjung bisa puas dalam memilih jenis dan motif batik sesuai keinginan pribadi masing-masing.

[divider]

Wisata Merapi

[custom_frame_left shadow=”on”]Merapi[/custom_frame_left]Untuk melihat dari dekat pesona keindahan Gunung Merapi serta bekas-bekas letusan pada tahun 2006 yang lalu, maka kita bisa memposisikan diri kita di salah satu titik pandang yang representatif yaitu di area Kaliadem.
Kaliadem merupakan kawasan lereng Merapi yang berhawa sejuk. Untuk mencapai kawasan ini kita bisa tempuh melalui jalur utama Jalan Kaliurang ke utara atau bisa juga melalui jalur lain yaitu lewat desa Maguwo, Jogjakarta.
Kaliadem dulunya adalah kawasan hutan pinus nan hijau yang berhawa sejuk dan sangat nyaman. Namun setelah peristiwa erupsi Merapi di tahun 2006 itu, dimana lava pijar dan awan panas telah menyapunya, membuat kawasan tersebut kemudian menjadi hamparan timbunan batu dan pasir yang telah merubah segalanya.
Seiring berjalannya waktu, kini Kaliadem telah berangsur menjadi hijau kembali namun tetap meninggalkan bukti jejak kekuatan alam yang maha dahsyat.

[divider]

JEEP Lava Tour

[custom_frame_left shadow=”on”]Jeep Lava Tour[/custom_frame_left]Menikmati keindahan pesona Merapi dengan bus wisata adalah biasa, namun jika dengan mengendarai kendaraan Jeep adalah hal yang luar biasa nikmatnya.
Perjalanan menyusuri daerah bekas aliran lava erupsi Merapi ini dengan tarif sewa wahana antara Rp250.000,- s/d Rp500.000,- tergantung paket perjalanan yang diambil.  Untuk paket standar 250ribu anda sudah bisa berwisata menempuh jarak 20km, mulai dari lava tour Kaliadem, Kepuhharjo hingga desa Cangkringan, Jogjakarta.
Rute perjalanan sangat menantang, banyaknya tebing dan jalan berkelok naik-turun, termasuk lintasan yang memotong aliran Kali Opak dan Kali Gendong.  Adrenalin terpacu namun disisi lain mata kita dimanjakan oleh indahnya puncak merapi dari berbagai sudut pandang.
Silakan mencobanya . . . pengalaman ekspedisi offroad yang sangat menarik dan sulit dilupakan.

[divider]

Pantai Parangtritis

[custom_frame_left shadow=”on”]Parangtritis[/custom_frame_left]Parangtritis yang berada di wilayah desa Kretek, Kabupaten Bantul ini merupakan obyek wisata pantai di tepi Samudra Hindia. Jarak dari pusat kota Jogyakarta sekitar 25km ke arah selatan.
Pantai Parangtritis sangat unik dengan pemandangan ombak laut yang besar-besar dan adanya gunungan pasir di sepanjang pantai yang disebut gumuk.
Di lokasi wisata pantai terdapat wahana ATV, kereta kuda serta kuda-kuda yang disewakan untuk menyusuri pantai dari barat hingga ke timur. Seringkali di pantai tersebut diselenggarakan lomba layang-layang dan olahraga aeromodeling.
Tak jauh dari area pantai Parangtritis terdapat lokasi wisata lain yaitu pantai Parangkusumo. Di pantai tersebut terdapat Cepuri, yang konon merupakan tempat pertemuan antara raja-raja Yogyakarta dengan Nyi Roro Kidul, sang penguasa laut selatan.

[divider]

Pantai Indrayanti

[custom_frame_left shadow=”on”]pantai indrayanti[/custom_frame_left]Tempat wisata pantai yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan saat ini adalah Indrayanti. Pantai yang dikelilingi oleh bukit-bukit karang ini terletak di sebelah timur pantai Sundak, termasuk wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta.
Pasir putih dengan texture yang halus, bukit karang yang berdiri kokoh mngelilingi pantai dan air lautnya yang jernih kebiru-biruan menjadikan daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Kawasan pantai ini juga terdapat restoran yang menyediakan aneka hidangan laut, serta adanya beberapa penginapan dengan gazebo-gazebonya yang terlihat cantik dan suasana yang romantis di malam hari karena efek sorotan lampu dari pinggir pantai.

[divider]

Wisata Goa Pindul

[custom_frame_left shadow=”on”]Gua Pindul[/custom_frame_left]Goa sepanjang kurang lebih 300 meter ini berada di desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, wilayah Kabupaten Gunung Kidul.
Goa yang dialiri sungai bawah tanah ini mempunyai lebar sekitar 5 meter dengan ketinggian atap gua rata-rata 4 meter dan kedalaman air sungai 5 meter.
Untuk menyusuri aliran sungai di dalam goa, pengunjung diwajibkan menggunakan ban dalam dengan kelengkapan life vest  (jaket pelampung) dan senter kepala (head lamp) yang bisa disewa di lokasi dengan tarif antara 25 – 30 ribu.
Wisata Goa dengan cave tubing  ini cocok bagi pemula dewasa maupun anak-anak, karena aliran air sungai di gua tersebut sangat tenang sepanjang musim, dan dalam perjalanan penyusuran gua selalu didampingi oleh para pemandu yang sudah berpengalaman.

[divider]

Wisata Goa Cerme

[custom_frame_left shadow=”on”]Goa Cerme[/custom_frame_left]Goa cerme berada di dusun Srunggo, kecamatan Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Dengan panjang lorong goa sekitar 1,2 km, goa ini memberikan pemandangan keindahan alam yang luar biasa., Jogjakarta
Air terjun di dalam goa serta aneka bentuk stalaktit dan stalakmit raksasa begitu mempesona, namun untuk menuju tempat ini perlu upaya ekstra karena harus melewati aliran sungai bawah tanah dengan kedalaman bervariasi mulai dari setinggi mata kaki hingga leher orang dewasa, jika tidak hati-hati bisa terperosok.